Fakultas Teknik UNP Padang
|
Nama : Rahkmad Jaini
|
Jurusan : Teknik Elektronika
|
Nim : 1203061
|
Prodi : Pend Teknik Elektronika
|
Grub : 2E4
|
Praktikum ke :8
|
Mata kuliah: Praktikum Audio Radio
|
Topik : Radio
|
Judul : Blok Penerima FM
|
A. TUJUAN
Setelah pratikum ini siswa diharapkan dapat :
1. Mengetahui blok rangkaian dan fungsi
dari bagian penerima radio FM
2. Mengetahui karakteristik kerja rangkaian
penerima FM
3. Melihat besaran dan bentuk sinyal dari
masing-masing bagian pada penerima FM
B. ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan pada pratikum kali ini adalah :
1. Trainer penerima FM
2. Osiloskop
3. RFG
4. Multimeter
5. Toolset
6. Kabel Listrik
C. TEORI PENDUKUNG
Radio komunikasi FM merupakan radio
broadcast yang banyak digunakan. Dibandingkan dengan jenis radio komunikasi
yang lainnya dikarenakan suara yang dihasilkan jauh lebih bersih dibandinhkan
dengan yang lainnya dan gangguan dari noise terhadap sinyal informasi yang
dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan radio siaran lain. Radio komunikasi
FM bekerja pada spectrum frekuensi VHF 88-108 Mhz dengan jenis modulasi
frekuensi (FM). Pada system komunikasi broadcase FM selain suara yang
dihasilkan lebih bersih juga menggunakan system stereo yang akan menghasilkan
suara lebih bagus dibandingkan dengan system mono sesuai dengan format system
audio yang banyak dikembangkan yaitu format audio stereo.
Gambar. Blok diagram penerima FM Mono
Bagian antenna (Aerial) berfungsi
menerima sinyal gelombang elektromagnetik di udara yang berasal dari stasiun
pemancar dan merubahnya menjadi gelombang listrik dan diteruskan kebagian
penala.
Bagian RF, Mixer dan Oscilostor
berfungsi sebagai bagian penala (tuning) yang berfungsi memilih siaran yang
diinginkan dan akan menghasilkan frekuensi IF sebesar 10,7 Mhz. bagian ini
disebut juga dnegan frekuensi converter, karena bagian ini merubah besaran yang
diterima di oleh antenna yang berkisaran antara frekuensi 88-108 Mhz menjadi
frekuensi antara IF sebesar 10,7 Mhz.
Penguatan IF memperkuatkan frekuensi
antara 10,7 Mhz yang bersal dari bagian penala dan besarannya disesuaikan
dengan bagian berikutnya dari blok diagram.
FM modulator atau yang dikenal juga dengan De-Empesis berfungsi memisahkan
sinyal carier dengan sinyal suara. Pada bagian ini sinyal yang dihasilkan sudah
murni sinyal audio, bukan sinyal yang masih termodulasi yaitu sinyal yang
masih tercampur antara audio dan sinyal carrier.
AF voltage amplifier dan AF power
amplifier merupakan bagian penguat suara yang akan memperkuat sinyal suara dan
menghasilkan getaran suara yang dapat diengar oleh telinga manusia dan pada
bagaian system stereo bagian ini terdiri dari dua buah penguat yang akan
menggerakan dua buah loundspeker.
D. LANGKAH KERJA PRATIKUM
1. Lengkapilah peralatan dan bahan pratikum
yang akan diguanakan, periksa terlebih dahulu peralatan dan pastikan dalam
keadaan bekerja.
2. Rakit dan instalasilah trainer penerima FM dengan benar
1. Carilah salah satu siaran yang bersih.
2. Lakukanlah pengukuran pada keluaran dari
bagian tuner yang akan menghasilkan sinyal IF sebesar 10,7 Khz gambarkan bentuk
sinyal dan catat pada table berikut ini :
1. Lakukan pengukuran pada bagian keluaran
IF amplifier, bandingankan sinyal keluaran dan sinyal masuk pada bagian ini.
Apa yang diperkuatkan dan berapa penguatan dibagian ini.
gambar. sinyal IF Input
Gambar. Sinyal IF Output
1. Pada bagian FM modulator terjadi
pemisahan antara sinyal carrier dengan sinyal informasi lakukan pengamatan dan
gambarkan bentuk keluaran rangkaian.
2. Pada bagian terakhir lakukan pengukuran
pada bagian audio, berapa kali penguatan dilakukan pada bagian ini, dan
gambarkan bentuk sinyal outputnya.
E. EVALUASI DAN PENUGASAN
1. Pada system penerima stereo pada bagian mana
yang terjadi pemisahan sinyal kanal suara stereo, apa nama bagiannya?
2. Buatlah blok diagram penerima FM stereo!
3. Fungsi Masing-masing Blok:
a. Antena : berfungsi menangkap sinyal-sinyal
bermodulasi yang bersal dari antena pemancar.
b. Penguat RF : berfungsi unutk
menguatkan sinyal yang ditangkap oleh antena sebelum diteruskan ke blok Mixer
(pencampur).
c. OSC (Osilator Lokal) : berfungsi
unutk mebangkitkan getaran frekuensi yang lebih tinggi dari frekuensi sinyal
keluaran RF. Dimana hasilnya akan diteruskan ke blok Mixer.
d. Mixer (pencampur) : Berperan untuk
mencampurkan kedua frekuensi yang berasal dari RF Amplifier dan Osilator Lokal.
Hasil dari olahan mixer adalah Intermediate Frequency (IF)
dengan besar 10,7 MHz.
e. Penguat IF : digunakan untuk
menguatkan Frekuensi Intermediet (IF) sebelum diteruskan ke blok limiter.
f. Limiter (pembatas) : berfungsi unutk
meredam amplitudo gelombang yang sudah termodulasi (sinyal yang dikirim
pemancar) agar terbentuk sinyal FM murni (beramplitudo rata).
g. Detektor FM : digunakan untuk
mendeteksi perubahan frekuensi bermodulasi, menjadi sinyal informasi (Audio).
h. De-emphasis : berfungsi untuk menekan
frekuensi audio yang besarnya berlebihan (tinggi) yang dikirim oleh pemancar.
i. AFC (Automatic Frequency Control /
Pengendali Frekuensi Otomatis) : berfungsi unutk mengatur frekuensi osilator
local secara otomatis agar tetap stabil.
j. Dekoder Stereo : digunakan unutk
memproses sinyal Stereo, sehingga hasilnya diteruskan pada 2 buah penguat AF
(FM Stereo).
k. Penguat Audio : digunakan untuk
menyearahkan getaran/ sinyal AF serta meningkatkan level sinyal audio dan
kemudian diteruskan penguat AF ke suatu pengeras suara.
e. Speaker (pengeras suara) digunakan
untuk mengubah sinyal atau getaran listrik berfrekuensi AF menjadi getaran
suara yang dapat didengar oleh telinga manusia.
4. Apa fungsi rangkaian AFG pada penerima FM?
Dan jelaskan prinsip kerjanya !
Jawab:
AFC (Automatic Frequency Control): Rangkaian ini berfungsi
mengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karena ketidak
stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpangan penerimaan frekuensi
pembawa.
5. Kenapa pada penerima FM kualitas audio lebih
bagus dibandingkan dengan penerima AM?
jawab :
gelombang FM bebas dari pengaruh gangguan udara, bandwidth (lebar
pita) yang lebih besar, dan fidelitas yang tinggi. Frekuensi yang dialokasikan
untuk siaran FM berada diantara 88 – 108 MHz, dimana pada wilayah frekuensi ini
secara relatif bebas dari gangguan baik atmosfir maupun interferensi yang tidak
diharapkan. Selain itu, Saluran siar FM standar menduduki lebih dari sepuluh
kali lebar bandwidth (lebar pita) saluran siar AM. Hal ini disebabkan oleh
struktur sideband nonlinear yang lebih kompleks dengan adanya
efek-efek (deviasi) sehingga memerlukan bandwidth yang lebih lebar dibanding
distribusi linear yang sederhana dari sideband-sideband dalam sistem AM.
F. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum dapat di
simpulkan bahwa Radio komunikasi FM merupakan radio broadcast yang banyak
digunakan. Dibandingkan dengan jenis radio komunikasi yang lainnya dikarenakan
suara yang dihasilkan jauh lebih bersih dibandinhkan dengan yang lainnya dan
gangguan dari noise terhadap sinyal informasi yang dihasilkan jauh lebih rendah
dibandingkan radio siaran lain. Radio komunikasi FM bekerja pada spectrum
frekuensi VHF 88-108 Mhz dengan jenis modulasi frekuensi (FM). Penguatan
IF memperkuatkan frekuensi antara 10,7 Mhz yang bersal dari bagian penala dan
besarannya disesuaikan dengan bagian berikutnya dari blok
diagram. FM modulator atau yang dikenal juga dengan De-Empesis berfungsi
memisahkan sinyal carier dengan sinyal suara. Pada bagian ini sinyal yang
dihasilkan sudah murni sinyal audio, bukan sinyal yang masih termodulasi
yaitu sinyal yang masih tercampur antara audio dan sinyal carrier.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar