Rabu, 23 April 2014

Fakultas Teknik UNP Padang
Nama : Rahkmad jaini
Jurusan     : Teknik Elektronika
Nim   : 1203061
Prodi         : Pendidikan Teknik Elektronika
Group :2E4
Praktikum ke : 7
Mata kuliah : Praktikum Audio Radio
Topic : Audio
Judul : Instalasi Audio Mobil

A.    Tujuan:
Setelah pratikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
1.     Mengenal dan mengetahui prinsip kerja beberapa perangkat audio yang digunakan pada Sound System pada mobil.
2.      Memahami dan mampu menginstalasi peralatan auio mobil dengan benar.
3.      Mengatasi troubleshooting pada perangkat audio mobil.

B.     Alat dan Bahan:
Alat dan bahan yang dibutuhkan paa pratikum kali ini adalah:
1.      Head Unit Car Audio Player                          = 1 set
2.      Loadspeaker Oval Fullrange                          = 2 set
3.      Speaker Sub Woover 2 Coil                          = 1 set
4.      Adaptor 12V (Min 5 Ampere)                       = 1 set
5.      Loadaspeaker                                              = 1 buah
6.      Kabel Listrik                                               = secukupnya.

C.    Teori Pendukung
Rangkain penguat audio pada kendaraan bermotor (mobil) paa prinsipnya sama dengan peralatan audio hifi home teater. Audio player home theater berupa CD/VCD/VD/Blueray Player ataupun MP3 Player naik yang portable maupun dari smartphone/computer yang berfungsi sebagai memproduksi musik/audio. Pada peralatan audio mobil peralatan auio player disebut dengan Head Unit yaitu bagian yang mereproduksi audio/musik. Pada head unit terdapat CD/VCD/DVD/Blueray player,MP3 Player dan ardio penerima yang menjadi satu kesatuan. Pada peralatan hea unit juga terdapat peralatan filter /equalizer,power amplifier 2 chanel maupun 4 chanel.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtehLBKlo9a7ZJqoTRahYjNkW2YYZd9ql4v0UT7BsDEv9iTjywdKjWONCyhBKqrOB4f8kKGSJgsjqIGfEX5iOxIsIX1eLGtLUXRbaGXmViRoV6fCTcZ1KqDMY2tnUY-HkiXdfWxqQkbGjP/s1600/Firdaus3780.jpg
Gambar 1. Peralatan yang digunakan
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJAuOa46DN24FGiWlBk9qKlr3xUfqI5ZYD_O5rMXuAQHT_p_H1JYuZLbQ1SpaLIjrUhWxi096Xd0Zmln5UZr_c3GG-d5G4i6BRt0znTYTixmAVmUz1r-AHKdcn3CtNgAzUwGOnH-geJam1/s1600/2801_800_255.jpg
Gambar 2. Perangkat audio
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgITuRyDbv5wVlSRtgpfkSZ8M1PTKAqqESFQg0V9_L2fdxkYB5Rec7xBRYjzhZ3hDsI9AgIzDYqZMsHX1Bswkz9icG2nKD7RVyJpqqlp4Xwv-nz80xxVTsVgaBiItrzDIe8OEIwNplcaege/s1600/Firdaus3781.jpg
Gambar 3 . Head Unit dan Instalasi Audio Mobil
D.    Langkah Kerja Pratikum
1.      Melengkapi peralatan dan bahan pratikum yang akan digunakan,memeriksa terlebih dahulu peralatan dan memastikan peralatan bekerja dalam keadaan baik dan bekerja.
2.      Menggunakan head unit yang tersedia dan mencatat serta menganilisis prinsip kerja serta fungsi-fungsi player yang tersedia pada head unit dan menjelaskan bagian utama table berikut ini:

NO
Nama Bagian
Fungsi dan Prinsip Kerja
1
Mode
Untuk merubah input yang akan digunakan dari audio ke aux in
2
Mote
Menghentikan semua nada
3
Volume/ Potensio
Memperkecil dan memperbesar suara
4
Tombol Volume
Mengganti dari volume ke balance, bass, atau pengaturan nada lainnya.
5
Power (tombol )
Menghidup / mematikan Head Unit


3.      Menggunakan loadspeaker sesuai dengan jenis dan karakteristik , memasang pada peralatan head unit yang tersedia
4.      Membunyikan dan mendengarkan suara yang dihasilkan. Mengatur pengaturan volume, nada bass dan trable  sehingga menghasilkan bunyi yang enak didengar.
5.      Mencatat  jika terdapat fungsi dan bagian lebih spesifik yang terdapat pada peralatan Head Unit dan mengisikan kedalam table berikut ini:    

NO
Nama Bagian
Fungsi dan Prinsip Kerja
1
Open clause receife disk
Untuk memasukkan dan mengeluarkan disk
2
Port USB
Input USB,membaca data paa USB
3
Port SD Card
Input CD card ,untuk membaca data pada card tersebut
4
Inut aux 3,5 mm
Untuk input lainnya
5
Port disk
Untuk tempat memasukkan disk seperti DVD,VCD,MPEG4,MP3 dan yanglainnya.






E.     Evaluasi / Penugasan
1.        Lengkapi  teori tentang audio mobil  dan loudspeaker.
Jawab:
a.      HEAD UNIT
Ini terdapat beberapa tipe head unit yang tersebar dipasaran di antaraya yakni “tape serta radio”, “radio serta CD”, “Tape, Radio, CD”, “Tape, Radio, CD, Aux (USB)”, “Tape, Radio, CD-DVD, TV, Aux (USB). Bisa saja dikatakan rada ketinggalan jaman CD-Changer soalnya kebanyakan Head unit sudah mulai melengkapi CD jadi fasilitas standar, Di tambah lagi ada yang sudah menggunakan USB.. tinggal copy CD convert ke MP3 lalu masukan ke Flashdisk,   anda bisa masukin ratusan lagu format mp3 ke flashdisk 512MB, tanpa ada CD berserakan, praktis.
b.      POWER AMPLIFIER
Power adalah salah satu aspek yang paling penting yang harus dipertimbangkan ketika Anda membeli audio amplifier. Pada dasarnya, ada dua jenis peringkat power: 1) RMS, dan 2) Peak
RMS rating adalah ukuran berapa besar power amplifier untuk speaker. Ketika membeli Audio Mobil amplifier Anda, berhati-hatilah untuk menyesuaikan kekuatan speaker dan subwoofer. Jika Anda tidak melakukannya, ada kemungkinan merusak speaker Anda.

Jenis lain power rating adalah peak rating. Ini adalah ukuran seberapa kuat amplifier menahan adanya amplifikasi secara tiba-tiba. Rating ini tidak sepenting rating RMS. audio amplifier mobil biasanya memiliki rating RMS yang lebih rendah dibandingkan dengan peak rating.

Kekuatan amplifier berkisar dari sekitar 20 watt per channel hingga lebih dari 1000 watt per channel, sementara harga berkisar dari hal seperti 500 ribu sampai puluhan juta sesuai dengan kualitas, daya output, dan fitur.

c.       CROSS OVER
Pada dasarnya crossover terbagi dua jenis yaitu aktif crossover dan pasif crossover, yang kedua jenis tersebut terbagi lagi dalam Crosover seri dan parallel. Pasif crossover pasif adalah jenis crosover mobil yang bisa langsung dihubungkan langsung dihubungkan dengan speaker, pada pasif crossover ini membutuhkan catu daya sebesar CT 15 Volt untuk mengalirkan daya ke komponen aktifnya dan crosover jenis ini juga membutuhkan dua buah IC TL-072 untuk membantu mengalurkan daya. Sedangkan untuk aktif crossover adalah pada alat jenis aktif crossover ini, alatnya menggunakan listrik buat menghidupkannya, singkat kata cara kerjanya adalah cutting freq filternya atau menggunakan sebuah rangkaian elektronik. Dari kedua jenis tersebut jenis crossover pasif masih menjadi pilihan karena pemakaiannya yang lebih praktis dari jenis aktiv crossover.

d.      SPEAKER
Speaker mobil sebagian besar dihargai dengan kombinasi penguat. Campurkan dengan desain mounting tweeter pada woofer dan yang lainnya menggunakan bentuk kerucut non-melingkar. Ini adalah salah satu komponen dalam mobil di mana tujuan utamanya adalah untuk melakukan tugasnya tanpa mempengaruhi sinyal audio.
Sebagian besar mobil sekarang memiliki speaker stereo mobil ini sebagai salah satu fitur namun tidak semua stereo memiliki kualitas yang baik. Jika Anda ingin menikmati musik mendengar menggunakan speaker mobil dan sistem audio yang sangat menyenangkan bagi telinga sangat penting untuk menemukan speaker kanan dan sistem stereo.
Speaker dengan kualitas suara miskin akan melelahkan mendengarkan melainkan karena low end dan tinggi meningkat. Tidak ada cara lain untuk mengetahui bagaimana speaker akan terdengar kepada Anda dengan mencentang musik yang baik Anda sering mendengarkan ketika memeriksa speaker audio mobil yang baik. Untuk metode ini ini akan memberi Anda beberapa ide bagaimana pembicara mereproduksi suara yang akrab bagi Anda.

e.        SUBWOOFER
Subwoofer adalah jenis perangkat individu dalam pengeras suara yang memberikan kontribusi terhadap penciptaan suara, memiliki diafragma berbentuk kerucut, dan biasanya digunakan untuk memproduksi pertengahan dan bagian frekuensi rendah dari sinyal musik. Biasanya untuk mereproduksi frekuensi audio bernada rendah bass.Rentang frekuensi yang khusus untuk sebuah subwoofer adalah sekitar 20-200 Hz untuk produk konsumen, dibawah 100 Hz untuk suara profesional yang lebih hidup, dan dibawah 80 Hz dalam THX-yang disetujui sistem. Subwoofer ini dimaksudkan untuk menambah rentan frekuensi rendah pengeras suara yang mencakup pita frekuensi yang lebih tinggi. Subwoofer dibuat untuk satu atau lebih transduser pengeras suara dalam sebuah kabinet pengeras suara yang mampu menahan tekanan udara saat melawan deformasi. Subwoofer datang dari berbagai desain, termasuk reflex bass (dengan radiator pasif dalam kabinet), tanpa batas penyekatklaksondesain brandpass, merepresentasikan hal yang sehubungan dengan efisiensi, lebar pita, ukuran dan biaya. Subwoofer pasif memiliki trasnsduser dan kabinet yang didukung oleh sebuah penguat luar. Subwoofer aktif termasuk dalam sebuah penguat yang ada di dalam.
Pengeras suara dan desain kabinet
Subwoofer menggunakan perangkat individu pengeras suara yang biasa berukuran diameter 8 dan 21 inci. Beberapa subwoofer jarang menggunakan perangkat yang lebih besar, dan subwoofer tunggal prototipe besar 60 inci telah dibuat. Pada spektrum yang lebih kecil., perangkat subwoofer sekecil 4 inci dapat digunakan, tergantung pada desain pengeras suara (kabinet), level tekanan suara yang diinginkan, frekuensi terendah yang ditargetkan dan tingkat distorsi diizinkan. Ukuran pengendali subwoofer yang paling umum digunakan untuk penguatan suara adalah model 10 inci, 12 inci, 15 inci, dan 18 inci. Penguatan terbesar subwoofer dihasilkan oleh perangkat berukuran 21 inci.
Rentang Frekuensi dan Respon Frekuensi
Rentang frekuensi yang khas untuk subwoofer adalah antara 20-200 Hz. Sistem profesional subwoofer untuk konser sistem biasanya beroperasi di bawah 100 Hz, dan sistem THX beroperasi di bawah 80 Hz. Spesifikasi tanggapan frekuensi dari pengeras suara sebagai upaya untuk menggambarkan rentang frekuensi atau nada musik yang bisa di reproduksi dapat diukur dalam Hertz. Subwoofer bervariasi dalam hal kisaran nada yang mereka dapat di reproduksi, tergantung pada sejumlah faktor seperti ukuran kabinet dan konstruksi desain kabinet dan perangkat lainnya. Spesifikasi respon frekuensi bergantung sepenuhnya untuk relevansi pada nilai amplitudo. Pengukuran yang dilakukan dalam rentang amplitudo yang lebih luas akan memberikan respon frekuensi yang lebih luas. Sebagai contoh, ‘’’Subwoofer sistem JBL 4688 TCB’’’ yang dirancang untuk sistem bioskop, memiliki respon frekuensi 23-350 Hz ketika diukur dalam batas 10 desibel (0 dB sampai -10 dB) dan respon frekuensi yang sempit 28-120 Hz ketika diukur dalam batas enam desibel (± 3 dB).
Selain itu, subwoofer bervariasi dalam hal tingkat tekanan suara dicapai dan tingkat distorsi yang dihasilkan. Subwoofer Abyss, misalnya dapat mereproduksi nada dari 18 Hz (yang adalah tentang nada dari catatan terendah pada organ pipa besar dengan 32-kaki (9,8 m) pipa bass) dengan 120 Hz (± 3 dB). Namun demikian, meskipun subwoofer Abyss bisa turun sampai 18 Hz, frekuensi terendah dan SPL maksimum dengan batas distorsi 10% pada 2 meter di ruangan besar 35,5 Hz pada 79,8 dB. Ini berarti bahwa seseorang memilih subwoofer perlu mempertimbangkan lebih dari sekedar suara terendah yang dapat direproduksi.
Penguat
Subwoofer aktif termasuk penguat sendiri dalam kabinet. Beberapa juga termasuk pemerataan kecocokan dengan pengguna yang memungkinkan untuk meningkatkan atau mengurangi output pada frekuensi tertentu. Variasi meningkatkan ke sistem tata suara parametrik sepenuhnya dimaksudkan untuk rincian pengeras suara dan koreksi ruangan. Beberapa sistem tersebut bahkan dilengkapi dengan mikrofon, untuk mengukur respon di subwoofer. Jadi sistem tata suara otomatis dapat memperbaiki kombinasi subwoofer, lokasi subwoofer, dan respon ruang untuk meminimalkan efek dari mode ruangan dan meningkatkan kinerja frekuensi rendah. Subwoofer Pasif memiliki perangkat pengeras suara subwoofer dan kabinet, tetapi mereka tidak termasuk penguat. Mereka kadang-kadang menggabungkan pindah silang secara internal dengan frekuensi filter yang ditentukan di pabrik. Biasanya ini digunakan dengan kekuatan penguat pihak ketiga, pindah silang aktif sebelumnya dalam rantai sinyal. Sementara beberapa sistem audio rumah menggunakan subwoofer pasif, format ini masih populer di industri profesional audio. Menggunakan subwoofer pasif menambahkan fleksibilitas bagi pengguna, karena pengguna dapat memilih jenis penguat (misalnya: Kelas AB atau Kelas D), amplifikasi baru, atau fitur (misalnya, membatasi untuk mencegah distorsi) yang mereka ingin digunakan dengan pengeras suara.
Proses pengaturan Tata Suara
Proses pengaturan tata suara dapat digunakan untuk mengatur respon ruang sistem subwoofer. Perancang subwoofer aktif kadang-kadang mencakup tingkat pemerataan korektif untuk kompensasi masalah performa yang dikenal. Selain itu, banyak penguat termasuk tapis pelawat rendah, yang mencegah yang tidak diinginkan mencapai frekuensi yang lebih tinggi dari pengendali subwoofer. Misalnya, jika pengeras suara utama pendengar dapat digunakan ke 80 Hz, maka penyaringan subwoofer dapat diatur sehingga subwoofer hanya bekerja di bawah 80. Realisasi penyaringan tidak mengizinkan pemotongan yang tajam, sehingga beberapa tumpang tindih harus dikompensasi. Pemotongan digital pindah silang dapat menghasilkan karakteristik pemotongan lebih tajam dan lebih tepat dari pada pemotongan analog. Beberapa sistem menggunakan persamaan parametrik dalam upaya untuk mengoreksi penyimpangan tanggapan frekuensi ruangan. Persamaan ini sering tidak dapat mencapai respon frekuensi yang merata di semua lokasi yang mendengarkan, sebagian karena resonansi (yaitu, gelombang diam) pada frekuensi rendah di hampir semua ruangan. Mencermati posisi subwoofer di dalam ruangan juga dapat membantu meratakan respon frekuensi. Subwoofer yang beragam dapat mengatur respon merata karena dapat diatur untuk merangsang mode ruang lebih merata dari subwoofer tunggal., memungkinkan pemerataan agar lebih efektif.
Tahap Kontrol
Mengubah fase relatif subwoofer sehubungan dengan pengeras suara lain mungkin atau tidak dapat membantu untuk meminimalkan gangguan akustik yang tidak diinginkan destruktif di wilayah frekuensi yang ditutupi oleh kedua subwoofer dan pengeras suara utama. Hal ini tidak dapat membantu di semua frekuensi, dan mungkin dapat membuat masalah lebih lanjut dengan respons frekuensi, tetapi bahkan sangat umumnya diberikan sebagai penyesuaian untuk penguat subwoofer tahap sirkuit. Sirkuit tahap kontrol mungkin pola sirkuit yang sederhana atau variabel kompleks . Tahap kontrol memungkinkan pendengar untuk mengubah waktu kedatangan gelombang suara subwoofer terhadap frekuensi yang sama dari speaker utama (yaitu di sekitar titik pindah silang untuk subwoofer). Efek yang sama dapat dicapai dengan kontrol delay pada penerima audio rumah. Fase subwoofer kontrol ditemukan pada penguat subwoofer sebenarnya banyak beralih inversi polaritas. Hal ini memungkinkan pengguna untuk membalikkan polaritas subwoofer relatif terhadap sinyal audio yang sedang diberikan. Jenis kontrol memungkinkan subwoofer baik dalam fase dengan sinyal sumber, atau 180 derajat keluar dari fase.
Subwoofer Servo
Beberapa subwoofer aktif menggunakan mekanisme servo umpan balik berdasarkan gerakan kerucut yang memodifikasi sinyal yang dikirim ke koil suara. Sinyal umpan balik servo berasal dari perbandingan dari sinyal input melawan gerakan aktual kerucut. Sumber biasa dari sinyal umpan balik adalah beberapa putaran kumparan suara melekat pada kerucut atau microchip berbasis accelerometer ditempatkan pada kerucut itu sendiri. Keuntungan dari desain servo baik diterapkan subwoofer adalah untuk mengurangi distorsi.Kelemahan utama adalah biaya dan kompleksitas.
Audio mobil
Subwoofer saat ini sudah digunakan untuk mobil terutama bagi orang yang menginginkan gebukan bass dimobilnya lebih terdengar meskipun dengan audio sistem yang standar. Mobil cocok untuk pendekatan tersembunyi subwoofer karena keterbatasan ruang dalam kompartemen penumpang. Subwoofer dipasang di bagasi atau ruang kursi belakang. Beberapa penggemar audio mobil bersaing untuk menghasilkan tingkat tekanan suara yang sangat tinggi dalam batas-batas kabin kendaraan mereka. Banyak subwoofer mampu menghasilkan kadar tinggi di mobil karena volume kecil khas interior mobil

2.        Apa yang terjadi pada saat posisi panpot atau balance diatur pada posisi kanan dan kiri?
Jawab: Yang terjadi pada saat posisi panpot atau balance diatur pada posisi kanan dan kiri maka suara speaker akan seimbang ,karena pada posisi ini funsi balance sebagai penyeimbang nada.
3.        Cari dan jelaskan dingsi dari peralatan audio mobl yang lain dan jelaskan fungsi dan spesifikasinya.
Jawab: Fungsi-fungsi peralatan audio mobil yang lain  dan menjelaskan fungsinya secara spesifikasi:
a.       Kapasitor bank : berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari perangkat sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu). Sehingga kita bisa mendengar suara bass booming dan lagu-lagu dengan pukulan yang sangat dibutuhkan hanya karena kapasitor audio ini.
b.      Kabel dan blok kabel : berfungsi sebagai penghantar gelombang listrik yang tidak boleh menambah atau mengurangi karakter sinyal yang di hantarkan. Tapi di dunia nyata nilai tambah dalam memilih kabel yang tepat tentunya selain sebagai penghubung dua komponen elektronik juga harus dapat menciptakan sinergi di antara dua komponen elektronik yang dihubungkan.
c.       TV/ Monitor : berfungsi untuk menampilkan tayangan visual, tayangan visual tersebut dapat berupa siaran dari stasiun televisi maupun tayangan video dari head unit.
F. KESIMPULAN

       Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa Rangkain penguat audio pada kendaraan bermotor (mobil) paa prinsipnya sama dengan peralatan audio hifi home teater. Audio player home theater berupa CD/VCD/VD/Blueray Player ataupun MP3 Player naik yang portable maupun dari smartphone/computer yang berfungsi sebagai memproduksi musik/audio. Pada peralatan audio mobil peralatan auio player disebut dengan Head Unit yaitu bagian yang mereproduksi audio/musik. 

Fakultas Teknik UNP Padang
Nama : Rahkmad Jaini
Jurusan     : Teknik Elektronika
Nim   : 1203061
Prodi         : Pendidikan Teknik Elektronika
Group :2E4
Praktikum ke : 6
Mata kuliah : Praktikum Audio Radio
Topic : Audio
Judul : Instalasi Audio HiFi

A.    Tujuan
Setelah praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
1.      Menginstalasi perangkat audio HiFi
2.      Mengetahui Fungsi peralatan audio HiFi
3.      Mengetahui troubleshooting dasar peralatan audio HiFi
B.     Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah:
1.      Amplifier               1 set
2.      Mixer audio           1 set
3.      Audio player         1 set
4.      Loudspeaker         2 buah
5.      Kabel                     secukupnya

C.    Teori pendukung
Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam  pengaturan suara atau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada acara pertunjukan, pertemuan, rekaman, dan lain lain. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bias terdengan keras tanpa mengabaikan kualitas suara suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon – mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pegaturan konsul mixer, juga audio power amplifier dan speaker- speakernya secaea keseluruhan.
Pada instalasi tata suara paling sederhana dilihatkan pada gambar 1, dimana bagian input berfungsi menerima signal masukan dari mikropon, pemutar music dan peralatan pengthasil bunyi lainnya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheOS8o80JQvZ-xW1G0vWnlFbJ5vJZ-Xpm94dVdut-ANHMPJuhKfmC-VvS1X9VS2MZG8cZ7kcZ7k8gtQv36QcrAMoE-iWPEcV44lTj2Q8NsBaIGCgGkjfhvqFF69wsDT5pGNvvGl5Wl6Sk4/s1600/audio+r.jpg

Gambar 1. Blok rangkaian audio amplifier

Mikropon berfingsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan music melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.
Dalam sistem sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam satu kemasan dengan mixer yang disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif. Namun betapapun besar dan rumitnya sebuah sistem, tetap akan berada pada prinsip diatas tadi seperti yang terlihat pada gambar 1.
Dalam sistem yang lebih besar akan terdapat beberapa peralatan tambahan yang tentu saja akan terdapat banyak pengaturan. Pada gambar 2, terlihat sistem yang lebih kompleks. Ini adalah yang biasa diiterapkan bagi kafe, pub, bar, atau club yang menampilkan music live dan ber-area tidak terlalu luas.


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiCyt2HIC7e1mLP2_WiuJ8FF3h6WbYsa0M3wsN8WORJ6INSVKsBkpsKuHdUXsNQpaSWoKjYJFvVe7mnTogufe4R81iZFLbAj_xAssyCtnGQkSWxvXYK0iq9UKI-cDTGG1j4K4LWGLdf5u1/s1600/Firdaus3774.jpg

.    Langkah Kerja Praktikum
1.      Pasang dan rakitlah peralatan audio seperti pada gambar 2 dan sesuaikan dengan peralatan yang tersedia.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYmTl1XzdXwCmxkcPAEQgwds8wOKkGo57TFmvxirPlwVziObFNUphiVMmqdk8MxsPIqKqUcjixUf-RNwUEhBevf7UyAWL5TaOsoG3GIl77RInOyRJ85nPkbY0_QfnOZWjAlM-Jfo8OWcVg/s1600/Firdaus3770.jpg

2.      Masukkan input mixerdengan peralatan penghasil bunyi seperti microphone, ipon, mp3 player, computer, CD dan lainnya.
3.      Atur pengaturan, Bass dan trable pada posisi tengah dan atur besaran volume seperlunya (sesuaikan dengan kuat bunyi).
4.      Lepaskan loadspeaker hubungkan, pasang AFG pada bagian input mixer serta hubungkan ke channel 1 osiloskop dan output dari power amplifier pada channel 2 osiliskop.
5.      Atur input AFG pada posisi 1 KHz dengan amplitudo sebesar 50 mVp-p, berapa tegangan output yang dihasilkan 50 mVp-p, dan tentukan juga beda fase f= 1800. (gambarkan bentuk signal)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgalBiIFcRZHDP_ObOcGORolDNa8vb7Q_0DSdnxlsW3u6UVFHI3BRkqSQf8RjHUUw56xhzILAMNqDdw8g35_BLUpZYbBCSCaHyZZf_HUmqRI53aRWewfyJEgCK5xnrK-XKumW-5rxQl4RIW/s1600/Firdaus3771.jpg

6.      Atur pengaturan penguatan input dengan membesar dan mengecilkan gain, volume perchanel, volume master dan volume dari power amplifier hingga menghasilkan sinyal output yang dapat terbaca dan tidak cacat 12,6 Vp-p. Berapa besar penguatan dari rangkaian keseluruhan yang anda gunakan.....dB (hitung dalam satuan decibel).
7.      Aturlah pengaturan berbagai kondisi dari peralatan mixer, dan dengarkan serta amati setiap perubahan bunyi dari setiap perubahan pengaturan dari mixer.
B.   Tugas Dan Pengayaan
1.      Lengkapi teori tentang peralatan yang anda gunakan pada laporan anda.
Jawab:
a.      Amplifier
Penguat (bahasa InggrisAmplifier) adalah rangkaian komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam bidang audio, amplifier akan menguatkan signal suara yaitu memperkuat signal arus (I) dan tegangan (V) listrik dari inputnya menjadi arus listrik dan tegangan yang lebih besar (daya lebih besar) di bagian outputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain. Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi penguat frekuensi audio, gain power amplifierantara 20 kali sampai 100 kali dari signal input.
Jadi gain merupakan hasil bagi dari daya di bagian output (Pout) dengan daya di bagian inputnya (Pin) dalam bentuk fungsi frekuensi. Ukuran dari gain, (G) ini biasanya memakai decibel (dB). Dalam bentuk rumus hal ini dinyatakan sebagai berikut:
G(dB)=10log(Pout/Pin)).
Pout adalah Power atau daya pada bagian output, dan Pin adalah daya pada bagian inputnya. Dalam bagian rangkaian amplifier pada proses penguatan audio ini terbagi menjadi dua kelompok bagian penting yaitu bagian penguat signal tegangan (V) kebanyakan menggunakan susunan transistor darlington, dan bagian penguat arus susunannya transistor paralel dan masing-masing transisistor berdaya besar dan menggunakan sirip pendingin untuk membuang panas ke udara, sekarang ini banyak yang menggunakan transistor simetris komplementer
b.      Mixer Audio
mixer berfungsi sebagai pencampur suara, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.
Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya.
Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier. Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.
Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio iu umpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.
Bila terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam masalah besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.
c.       Audio Player
Pengeras suara (bahasa Inggrisloud speaker atau speaker) adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk membran untuk menggetarkan udara sehingga terjadilah gelombang suara sampai di kendang telinga kita dan dapat kita dengar sebagai suara.
Dalam setiap sistem penghasil suara (loud speaker), pengeras suara merupakan juga menentukan kualitas suara di samping juga peralatan pengolah suara sebelumnya yang masih berbentuk listrik dalam rangkaian penguat amplifier.
Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penerjemah akhir, kebalikan dari mikrofon. Speaker dari sinyal elektrik dan diubahnya kembali menjadi getaran untuk menggetarkan udara untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan getaran yang hampir sama dengan yang diterima getarannya oleh mikrofon, yang direkam dan dikodekan pada pita magnetik (tape), kepingan CD, LP, dan lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan satu drivers atau lebih.

2.      Buatkanlah teori dan prinsip kerja dari peralatan peralatan ausio yang digunakan pada sound professional.
     jawab: 
          Audio profesional, juga 'pro audio', mengacu pada kedua kegiatan dan jenis peralatan audio. Biasanya itu meliputi produksi atau reproduksi suara untuk penonton , oleh individu yang melakukan pekerjaan seperti pekerjaan sepertidukungan acara live , menggunakan sistem penguatan suara yang dirancang untuk tujuan tersebut. (Sebaliknya, audio konsumen biasanya terbatas pada reproduksi suara di rumah.) Audio yang profesional dapat termasuk tetapi tidak terbatas pada siaran radio , audio yang mastering dalam studio rekaman , studio televisi , penguatan suaraseperti konser, DJ pertunjukan , Audio pengambilan sampel , alamat publik , surround sound bioskop, dan dalam beberapa kasus musik pipa aplikasi.
'Audio profesional' Istilah tidak memiliki definisi yang tepat, tetapi fitur khas mungkin termasuk:
·         Operasi dilakukan oleh teknisi dengan setidaknya beberapa pelatihan formal
·         The menangkap suara dengan satu atau lebih mikrofon
·         Menyeimbangkan suara dari rekaman multitrack perangkat menggunakan konsol pencampuran
·         Kontrol tingkat audio menggunakan jenis standar metering
·     Sinyal suara melewati panjang rantai sinyal melibatkan proses pada waktu yang berbeda dan tempat, melibatkan berbagai keterampilan
·   Sesuai dengan praktik dan standar organisasi, nasional dan internasional yang didirikan oleh badan-badan sepertiInternational Telecommunications Union , Audio Engineering Society dan European Broadcasting Union .
Dibandingkan dengan perlengkapan audio konsumen, peralatan audio profesional cenderung memiliki karakteristik seperti:
·         Ketahanan mekanik jauh lebih besar
·         Heavy-duty konektor industri-kelas, misalnya XLR dan Speakon
·         19-inch rack -gunung konstruksi
·         Audio yang seimbang interface
·         Tinggi analog audio yang tingkat sinyal dari 0 dBu atau lebih



3.      Cari dan jelaskan tentang istilah sound reinforcement.
      jawab:
            Sebuah sistem penguatan suara adalah kombinasi dari mikrofon , sinyal prosesor , amplifier , dan pengeras suara yang membuat suara hidup atau pra-rekaman lebih keras dan juga dapat mendistribusikan suara-suara untuk audiens yang lebih besar atau lebih jauh. Dalam beberapa situasi, sistem penguatan suara juga digunakan untuk meningkatkan suara dari sumber-sumber di atas panggung, sebagai lawan hanya memperkuat sumber berubah.
    Sebuah sistem penguatan suara mungkin sangat kompleks, termasuk ratusan mikrofon, kompleks audio yang pencampurandan pemrosesan sinyal sistem, puluhan ribu watt dari power amplifier, dan beberapa array loudspeaker, semua diawasi oleh sebuah tim insinyur audio dan teknisi. Di sisi lain, sistem penguatan suara dapat sesederhana kecil alamat publik (PA) sistem, yang terdiri dari mikrofon yang terhubung ke loudspeaker diperkuat. Dalam kedua kasus, sistem ini memperkuat suara untuk membuatnya lebih keras atau mendistribusikannya ke khalayak yang lebih luas.
     Beberapa insinyur audio yang dan lain-lain dalam audio profesional industri tidak setuju mengenai apakah ini sistem audio harus disebut penguatan suara (SR) sistem atau sistem PA. Membedakan antara dua istilah oleh teknologi dan kemampuan umum, sementara yang lain membedakan dengan penggunaan yang dimaksudkan (misalnya, sistem SR adalah untukmendukung acara live dan sistem PA adalah untuk reproduksi pidato dan rekaman musik di gedung-gedung dan lembaga). Di beberapa wilayah atau pasar, perbedaan antara dua istilah penting, meskipun istilah yang dianggap dipertukarkan di banyak kalangan profesional
      
4.      Buatlah kesimpulan dari praktikum anda hari ini dengan menyesuaikan tujuan dari praktikum anda.
       jawab:
                  Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam  pengaturan suara atau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada acara pertunjukan, pertemuan, rekaman, dan lain lain. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bias terdengan keras tanpa mengabaikan kualitas suara suara yang dikuatkan.
                Dalam sistem sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam satu kemasan dengan mixer yang disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif.
                    Mikropon berfingsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan music melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.