|
Fakultas
Teknik UNP Padang
|
Nama
: Rahkmad Jaini
|
|
Jurusan :
Teknik Elektronika
|
Nim
: 1203061
|
|
Prodi
: Pendidikan Teknik
Elektronika
|
Group :2E4
|
|
Praktikum
ke : 6
|
Mata
kuliah : Praktikum Audio Radio
|
|
Topic :
Audio
|
Judul
: Instalasi Audio HiFi
|
A. Tujuan
Setelah
praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
1. Menginstalasi perangkat audio HiFi
2. Mengetahui Fungsi peralatan audio HiFi
3. Mengetahui troubleshooting dasar peralatan audio HiFi
B. Alat dan Bahan
Alat dan
bahan yang dibutuhkan pada praktikum kali ini adalah:
1. Amplifier
1 set
2. Mixer
audio 1 set
3. Audio
player 1 set
4. Loudspeaker
2 buah
5. Kabel
secukupnya
C. Teori pendukung
Sistem tata
suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suara atau bunyi
untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada acara pertunjukan,
pertemuan, rekaman, dan lain lain. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan
penguatan suara agar bias terdengan keras tanpa mengabaikan kualitas suara
suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon –
mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pegaturan konsul mixer,
juga audio power amplifier dan speaker- speakernya secaea keseluruhan.
Pada
instalasi tata suara paling sederhana dilihatkan pada gambar 1, dimana bagian
input berfungsi menerima signal masukan dari mikropon, pemutar music dan
peralatan pengthasil bunyi lainnya.
Gambar 1.
Blok rangkaian audio amplifier
Mikropon
berfingsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui
kabel menuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan music melalui setiap
kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan
untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan
lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.
Dalam sistem
sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam satu kemasan dengan mixer yang
disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak
speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif. Namun betapapun besar dan
rumitnya sebuah sistem, tetap akan berada pada prinsip diatas tadi seperti yang
terlihat pada gambar 1.
Dalam sistem yang lebih besar akan terdapat beberapa
peralatan tambahan yang tentu saja akan terdapat banyak pengaturan. Pada gambar
2, terlihat sistem yang lebih kompleks. Ini adalah yang biasa diiterapkan bagi
kafe, pub, bar, atau club yang menampilkan music live dan ber-area tidak
terlalu luas.
. Langkah Kerja Praktikum
1. Pasang dan rakitlah peralatan audio
seperti pada gambar 2 dan sesuaikan dengan peralatan yang tersedia.
2. Masukkan input mixerdengan peralatan
penghasil bunyi seperti microphone, ipon, mp3 player, computer, CD dan lainnya.
3. Atur pengaturan, Bass dan trable pada
posisi tengah dan atur besaran volume seperlunya (sesuaikan dengan kuat bunyi).
4. Lepaskan loadspeaker hubungkan, pasang
AFG pada bagian input mixer serta hubungkan ke channel 1 osiloskop dan output
dari power amplifier pada channel 2 osiliskop.
5. Atur input AFG pada posisi 1 KHz dengan amplitudo sebesar 50 mVp-p, berapa
tegangan output yang dihasilkan 50 mVp-p, dan tentukan juga beda fase f= 1800. (gambarkan bentuk signal)
6. Atur pengaturan penguatan input dengan
membesar dan mengecilkan gain, volume perchanel, volume master dan volume dari
power amplifier hingga menghasilkan sinyal output yang dapat terbaca dan tidak
cacat 12,6 Vp-p. Berapa besar penguatan dari rangkaian keseluruhan yang anda
gunakan.....dB (hitung dalam satuan decibel).
7. Aturlah pengaturan berbagai kondisi dari
peralatan mixer, dan dengarkan serta amati setiap perubahan bunyi dari setiap
perubahan pengaturan dari mixer.
B. Tugas Dan Pengayaan
1. Lengkapi teori tentang peralatan yang
anda gunakan pada laporan anda.
Jawab:
a. Amplifier
Penguat (bahasa Inggris: Amplifier) adalah rangkaian komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam
bidang audio, amplifier akan
menguatkan signal suara yaitu memperkuat signal arus (I) dan tegangan (V) listrik dari
inputnya menjadi arus listrik dan tegangan yang lebih besar (daya lebih besar)
di bagian outputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain.
Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi penguat frekuensi audio, gain power amplifierantara 20 kali sampai 100 kali
dari signal input.
Jadi gain merupakan hasil bagi
dari daya di bagian output (Pout) dengan daya di bagian inputnya (Pin) dalam bentuk fungsi frekuensi. Ukuran dari gain, (G) ini biasanya memakai decibel (dB). Dalam bentuk
rumus hal ini dinyatakan sebagai berikut:
G(dB)=10log(Pout/Pin)).
Pout adalah Power atau daya pada bagian output, dan Pin adalah daya pada
bagian inputnya. Dalam bagian rangkaian amplifier pada proses penguatan audio
ini terbagi menjadi dua kelompok bagian penting yaitu bagian penguat signal
tegangan (V) kebanyakan menggunakan susunan transistor darlington, dan bagian penguat arus susunannya transistor paralel dan masing-masing
transisistor berdaya besar dan menggunakan sirip pendingin untuk membuang panas
ke udara, sekarang ini banyak yang menggunakan transistor simetris komplementer
b. Mixer Audio
mixer berfungsi sebagai pencampur suara, sebuah mixing console, apakah itu
analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara)
adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer
dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah
level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah
diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.
Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio
rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi,
dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan
film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik
misalnya, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier
untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik
yang dimainkan oleh band pengiringnya.
Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari
masing masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara sehingga
keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai
sebelum diperkuat oleh amplifier. Mixer adalah salah satu perangkat paling
populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer,
mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang
mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya
salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian
mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir
ke speaker.
Mixing console menerima berbagai sumber suara. Bisa dari microphone, alat
musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan
pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai
keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio iu umpamakan sebagai tubuh
manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing
console sebagai jantungnya.
Bila terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam
masalah besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik
adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka
dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal
terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada
banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.
c. Audio Player
Pengeras suara (bahasa Inggris: loud speaker atau speaker)
adalah transduser yang mengubah sinyal elektrik ke frekuensi audio (suara) dengan cara menggetarkan komponennya yang berbentuk membran
untuk menggetarkan udara sehingga terjadilah gelombang suara sampai di kendang
telinga kita dan dapat kita dengar sebagai suara.
Dalam setiap sistem penghasil suara (loud speaker), pengeras suara
merupakan juga menentukan kualitas suara di samping juga peralatan pengolah
suara sebelumnya yang masih berbentuk listrik dalam rangkaian penguat amplifier.
Pada dasarnya, speaker merupakan mesin penerjemah akhir, kebalikan dari
mikrofon. Speaker dari sinyal elektrik dan diubahnya kembali menjadi getaran
untuk menggetarkan udara untuk membuat gelombang suara. Speaker menghasilkan
getaran yang hampir sama dengan yang diterima getarannya oleh mikrofon, yang
direkam dan dikodekan pada pita magnetik (tape), kepingan CD, LP, dan
lain-lain. Speaker tradisional melakukan proses ini dengan menggunakan
satu drivers atau lebih.
2. Buatkanlah teori dan prinsip kerja dari
peralatan peralatan ausio yang digunakan pada sound professional.
jawab:
Audio
profesional, juga 'pro audio', mengacu pada kedua kegiatan dan jenis peralatan
audio. Biasanya itu meliputi produksi atau reproduksi suara untuk penonton , oleh individu yang melakukan pekerjaan seperti pekerjaan sepertidukungan acara live , menggunakan sistem penguatan suara yang dirancang untuk tujuan
tersebut. (Sebaliknya, audio konsumen biasanya terbatas pada reproduksi
suara di rumah.) Audio yang profesional dapat termasuk tetapi tidak terbatas
pada siaran radio , audio yang mastering dalam studio rekaman , studio televisi , penguatan suaraseperti konser, DJ pertunjukan , Audio pengambilan sampel , alamat publik , surround sound bioskop, dan dalam beberapa
kasus musik pipa aplikasi.
'Audio profesional' Istilah tidak memiliki definisi yang tepat, tetapi
fitur khas mungkin termasuk:
· Operasi dilakukan oleh teknisi dengan
setidaknya beberapa pelatihan formal
· Kontrol tingkat audio menggunakan jenis standar
metering
· Sinyal suara melewati panjang rantai sinyal melibatkan proses pada waktu yang berbeda dan
tempat, melibatkan berbagai keterampilan
· Sesuai dengan praktik dan standar
organisasi, nasional dan internasional yang didirikan oleh badan-badan sepertiInternational Telecommunications
Union , Audio Engineering Society dan European Broadcasting Union .
Dibandingkan dengan perlengkapan audio konsumen, peralatan audio
profesional cenderung memiliki karakteristik seperti:
· Ketahanan mekanik jauh lebih besar
3. Cari dan jelaskan tentang istilah sound
reinforcement.
jawab:
Sebuah sistem penguatan suara adalah kombinasi
dari mikrofon , sinyal prosesor , amplifier , dan pengeras suara yang membuat suara hidup atau
pra-rekaman lebih keras dan juga dapat mendistribusikan suara-suara untuk
audiens yang lebih besar atau lebih jauh. Dalam beberapa situasi, sistem
penguatan suara juga digunakan untuk meningkatkan suara dari sumber-sumber di
atas panggung, sebagai lawan hanya memperkuat sumber berubah.
Sebuah sistem penguatan suara mungkin sangat kompleks,
termasuk ratusan mikrofon, kompleks audio yang pencampurandan pemrosesan sinyal sistem, puluhan ribu watt dari power amplifier, dan beberapa array loudspeaker, semua diawasi
oleh sebuah tim insinyur audio dan teknisi. Di sisi lain, sistem penguatan
suara dapat sesederhana kecil alamat publik (PA) sistem, yang terdiri dari mikrofon yang
terhubung ke loudspeaker diperkuat. Dalam kedua kasus, sistem ini memperkuat suara
untuk membuatnya lebih keras atau mendistribusikannya ke khalayak yang lebih
luas.
Beberapa insinyur audio yang dan lain-lain dalam audio profesional industri tidak setuju mengenai
apakah ini sistem audio harus disebut penguatan suara (SR) sistem atau sistem
PA. Membedakan antara dua istilah oleh teknologi dan kemampuan umum,
sementara yang lain membedakan dengan penggunaan yang dimaksudkan (misalnya,
sistem SR adalah untukmendukung acara live dan sistem PA adalah untuk
reproduksi pidato dan rekaman musik di gedung-gedung dan lembaga). Di
beberapa wilayah atau pasar, perbedaan antara dua istilah penting, meskipun
istilah yang dianggap dipertukarkan di banyak kalangan profesional
4. Buatlah kesimpulan dari praktikum anda
hari ini dengan menyesuaikan tujuan dari praktikum anda.
jawab:
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suara atau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada acara pertunjukan, pertemuan, rekaman, dan lain lain. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bias terdengan keras tanpa mengabaikan kualitas suara suara yang dikuatkan.
Dalam sistem sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam satu kemasan dengan mixer yang disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif.
Mikropon berfingsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan music melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.
Dari hasil praktikum, dapat disimpulkan bahwa Sistem tata suara merupakan sekumpulan peralatan dalam pengaturan suara atau bunyi untuk menghasilkan kualitas bunyian yang baik pada acara pertunjukan, pertemuan, rekaman, dan lain lain. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bias terdengan keras tanpa mengabaikan kualitas suara suara yang dikuatkan.
Dalam sistem sederhana, power amplifier kadang terdapat dalam satu kemasan dengan mixer yang disebut power mixer, atau juga power amplifier yang tercakup dalam kotak speaker yang lebih kita kenal dengan speaker aktif.
Mikropon berfingsi merubah getaran suara menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer audio. Mixer menerima signal suara dan music melalui setiap kanalnya kemudian dilakukan proses mixing dan balancing. Proses ini dilakukan untuk mencampur dan menyeimbangkan suara yang diterima yang kemudian dikirimkan lagi melalui kabel ke rangkaian power amplifier.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar